Pendaftaran hanya melalui www.sscn.bkn.go.id
Yah... Hidup enak di hari tua kelak, harapan orang tua tidak salah, namun sangat di sayangkan jika menghalalkan segala cara, jalan pintas dan instan.
"Siapkan uang sekian... "
"Bisa di kurangi? Terlalu banyak"
" Nga bisa, saingannya ketat"
"Baiklah"
Mau jadi PNS atau mau beli barang? Nawar?
Bukan uang yang harus di siapkan tapi kemampuan untuk menjawab pertanyaan soal CPNS. Melayani masyarakat dengan kemampuan dan keramahan bukan dengan omelan yang sering kita temui. Bukankah dalam tes CPNS ada tes psikologi? Bukankan itu artinya Pemerintah tidak mau mempunyai PNS yang tidak stabil jiwanya. Bisa bahaya donk yang ada marah-marah terus dan membuat masyarakat malas untuk datang ke tempat tersebut (misal guru yang pemarah, petugas pendaftaran yang pemarah, petugas kesehatan yang pemarah dll). Mau di bawa kemana Bangsa ini?
-Tidak mau ribet dengan persyaratan dan prosedur yang terkadang mempersulit pelamar CPNS. misalnya saja, pendaftaran secara online namun sering sekali eror hingga harus beberapa kali daftar, menguras waktu dan kuota pastinya. Persyaratan Akreditasi Program Studi, jika C peserta tidak dapat mengikuti proses seleksi CPNS, karena tidak sesuai prosedur yang sudah di tetapkan pemerintah. Artinya Pemerintah menilai peserta CPNS secara subjektif dan ini tidak adil karena tidak memberi kesempatan yang sama. Seharusnya Pemerintah objektif dalam menilai CPNS, itu akan lebih adil tanpa pandang Akreditasi. Disini kemampuan individu yang di uji.
-Menomer satukan cara instan. Hingga banyak orang tua menghalalkan segala cara demi anaknya menjadi PNS, hal ini di sebabkan karena tidak percaya dengan aturan yang hanya berlaku untuk kalangan bawah dan tidak berlaku bagi kalangan atas. KKN sudah seperti budaya, sehingg orang yang mempunyai wewenang melanggar aturan yang sudah di buatnya sendiri.
-Tidak transparan hingga banyak informasi yang simpang siur, hal ini di manfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Banyak penipuan yang terjadi terutama di daerah.
Hasil dari semuanya itu adalah banyak PNS yang tidak tepat sasan dan Negara yang di rugikan. Marah saat mendengar berita PNS yang berkeliaran di mall saat jam kerja dan di razia oleh satpol pp. berapa banyak PNS yang bolos kerja? Bukankah itu merugikan Negara,
