Kamis, 20 Oktober 2016

Jangan permainkan janji

Hayooo siapa yang suka mengobral janji?, janji ku padamu akan selalu setia (setiap tikungan ada), janji ku padamu akan menikahimu tahun depan ( Setiap di tanya tahun berapa pastinya? Jawabannya selalu pokoknya tahun depan), aku berjanji padamu tidak akan blablabla, banyak sekali alasan untuk mengingkari janji, bahkan janji suci pernikahan di hadapan penghulu dan orang tua, yang di saksikan banyak orang masih bisa di langgar (Buktinya banyak perceraian, padahal tau cerai itu di benci sama Allah biarpun boleh).

Bener nga tuh? Kalau saya salah, di maafin ya 😊.
Andai semua tau dan faham arti besar sebuah janji, saat aku di wisuda sepertinya hanya aku seorang yang mengatakan "Ingsyallah" saat pengambilan sumpah, aku pun berbisik pada teman di sampingku "Kamu yakin bisa memenuhi janji sebagai seorang medis?"
"Tidak yakin, sudahlah disuruhnya janji, ikutin aja"
Aku hanya menggelengkan kepala dengan mengikuti pengambilan sumpah/janji profesi dengan "Ingsyallah"
Ingsyallah adalah ucapan yang paling aman menurutku, buat ku ucapkan saat itu, aku ragu tidak bisa melaksanakan kewajibanku dengan baik karena pada kenyataannya banyak hal yang tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan,janji karena terpaksa tidak akan menghasilkan hal baik dan itu adalah dosa saat menggingkarinya.

Andai  janji/sumpah di ganti dengan Ingsyallah, Bayangkan ya..
Di sebuah gedung mahasiswa kesehatan akan di ambil sumpah/janji profesi, pembawa acara membacakan membuka acaranya dan sampailah pengambilan sumpah/janji, beberapa murid perwakilan maju ke depan bersama pemuka agama,
Perwakilan : Aku berjanji
Peseta wisuda yang akhirnya sadar dengan arti pentingnya sebuah janji/sumpah : Ingsyallah, kompak
Direktur,ketua yayasan, dosen dan tamu undangan terkejut mendengarnya, begitupun dengan perwakilan siswa yang berada di depan.
Pembawa acara mengarahkan untuk mengikuti apa yang di katakan oleh perwakilan yang berada di depan. Belum juga mengucapkan kata satu, sudah ada masalah ketidakompakn. Di ulang kembali
Perwakilan : Aku berjanji
Peserta yang  masih sadar : Ingsyallah
Pengarahan kembali, dan di ulang, suasana aula makin kacau, pemuka agama pun menjelaskannya " Saya salut dengan semuanya, sebagai muslim kita tau, janji itu harus di tepati kalau tidak di tepati akan menjadi dosa,  alangkah lebih baik mengucapkan Ingsyallah"
Setelah mendengarkan penjelasan Pa Ustadz, kata janji di ganti Ingsyallah.
Apakah ini akan terjadi dalam dunia nyata? Ntahlah mungkin kalau semuanya sadar, ya sudahlah ya aku mah cari aman karena dosa sudah banyak 😇

Bagaimana pendapat mu❔❔❔

Tidak ada komentar:

Posting Komentar